Thursday, March 23, 2017

Nadzar

Nadzar adalah janji seseorang kepada Allah untuk melakukan sesuatu hal, jika apa yang ia harapkan terpenuhi atau terkabulkan ( source Wikipedia ).

Mungkin dari beberapa konco plek ada yang pernah membuat atau mengucapkan sebuah Nadzar dikala ada harapan yang terpenuhi atau terkabulkan oleh Allah. Trus pernah ngga' konco plek mengingkari atau menunda bahkan tidak melaksanakan Nadzar tersebut ? Apa yang terjadi setelah itu ? Monggo bisa berbagi dengan kami semua ..

Saya mau berbagi pengalaman nih buat konco plek sekalian , klo ngga' salah inget ada 2 kejadian nih yang membuat saya menyesal telah menunda menunaikan Nadzar karena lupa, atau yang lain .. oke let's cekidot ya ..

Kejadian I

Dulu saya punya 2 motor ( 1 motor pemberian ortu , 1 motor lagi pemberian dari om saya ), dengan pekerjaan yang saya punyai saat itu saya ngga' sanggup untuk merawat k2 motor tersebut. Nah ada sempat terbersit klo saya nikah nanti saya sedekahkan tuh 1 motor yang ada. 

Singkat cerita 1 tahun setelah saya menikah saya masih belum juga sedekahkan itu motor , ada aja masalah yang datang mulai dari kehidupan rumah tangga saya, pekerjaan saya naik turun dan terancam di pecat dll.

Suatu hari saat sedang tiduran siang ngga' tahu kenapa langsung aja keinget ama Nadzar yang saya buat dulu , saya inget2 betul apa yah yang saya ucap waktu itu ? Nadzar apa yang saya harus tunaikan secepatnya ? mikir .. mikir .. mikir .. akhirnya keinget juga klo saya mau sedekahkan 1 motor yang saya punya ..

Saya tanya ama Pakde saya yang bernama Pak Soleh ( guru ngaji arisan keluarga besar ) apa arti semua ini ? beliau menjelaskan bahwa saya beruntung masih di ingatkan oleh Gusti Allah tentang Nadzar ini .. tentang hutang ini .. semua harus di tunaikan harus diselesaikan secepat mungkin ..

Akhirnya saya langsung sedekahkan tuh motor ke sebuah lembaga amal yang ada di Surabaya .. dan Alhamdulillah setelah itu hati saya merasa tenang dan lega.

Kejadian II

Pada saat Ultah anak saya yang ke I si Haafiz, saya sempat berujar dalam hati akan potong kambing untuk acara syukuran anak saya. Namun pada waktu itu uang yg sudah saya siapkan untuk acara tersebut saya pakai untuk biaya tesis istri saya karena istri tidak dapat pinjaman dari tempat kerjanya.

Setelah istri saya berhasil dan wisuda S2 , lagi2 kami lupa dengan acara syukuran anak saya. Kami larut akan kegembiraan istri saya yang telah menyelesaikan studi nya. Lalu ada kejadian yang membuat kami sangat shock dan sedih .. selang beberapa hari setelah wisuda anak kami Haafiz kena muntaber dan masuk rumah sakit selama 4 hari .. Alhamdulillah penyakit Haafiz tidak terlalu parah dan cepat pulih seperti semula.

Gusti Allah saya sayang kepada saya, Alhamdulillah saya di ingatkan kembali melalui mimpi bahwa saya ada hutang Nadzar acara syukuran anak saya .. akhirnya tidak berapa lama setelah kejadian tersebut saya dan isteri langsung menunaikan Nadzar tersebut .. kami potong kambing dan bagikan kepada keluarga dan tetangga kami ..  

Pelajaran yang bisa saya ambil dari ke 2 kejadian tersebut adalah segera tunaikan Nadzar mu sebelum Allah menegurmu .. masih untung saya cuma di ingatkan oleh Allah dengan masalah yang masih bisa saya hadapi dan lalui .. coba klo kita mendapat murka Allah .. apa yang terjadi dengan diri kita atau bahkan keluarga kita ?

Semoga tulisan ini dapat memberikan inspirasi yang positif kepada siapapun yang membaca nya .. semoga dapat bermanfaat bagi semuanya khususnya saya pribadi. 

Terima kasih 

No comments:

Post a Comment

Wisuda dan Pentas Seni Kakak Nailah ..

Sabtu 20 Mei 2017 adalah hari yang membanggakan bagi kami selaku orang tua .. si Kakak wisuda dan tampil pada pentas seni perpisahan TK Ais...